Home INFORMASI Usaha budidaya bawang merah pada sekala menengah

Usaha budidaya bawang merah pada sekala menengah

365
0

Berkecimpung dalam usaha budidaya bawang merah mampu di bilang mudah dan susah, mudah jikalau kita tau cara perawatan dan penanggulangan hama tanaman ini, tapi jikalau kita tidak tau proses ini yang seharusnya yaitu sebuah ilmu dasar yang harus di miliki oleh setiap petani dan tuggulah masa kegagalan akan menimpa.
Bawang merah sediri dalam proses pembibitan ada yng menggunakan bawang merahnya sendiri sebagai bibit yaitu dengan caca menanam terlebih dahulu bawang merah kemudian hasil tunas yang tumbuh akan di jadikan bibit tanaman bawang merah, satu bawang merah mampu menghasikan bibit bawang merah dengan jumblah yang beragam.
Saat ini juga sudah ada salah satu produksi benih lokal salah satunya yaitu benih yang di keluarkan oleh panah merah sudah mengeluarkan benih bawang merah dengan bentuk biji cara ini di anggap cara yang cukup murah alasannya yaitu kita tidak perlu kerja dua kali, dengan membuat tunas gres sebagai bibit tapi kita langgung menggunakan biji untuk proses pembibitan, walaupun begitu tidak jarang para petani lebih menyukai proses budidaya bawang merah dengan menggunakan bawang merahnya langsung.
Bawang merah sendiri meurut kutipan dari wikipedia nama latin bawa merah  (Allium cepa var ascalonicum (L) Back) merupakan sejenis tanaman yang menjadi bumbu banyak sekali kuliner di dunia, berasal dari Iran, Pakistan, dan pegunungan-pegunungan di sebelah utaranya, kemudian dibudidayakan di kawasan dingin, sub-tropis maupun tropis. Umbi bawang dapat dimakan mentah, untuk bumbu masak, acar, obat tradisional, kulit umbinya dapat dijadikan zat pewarna dan daunnya dapat pula digunakan untuk campuran sayur.
Berikut yaitu beberapa metode penanaman bawang merah, pada langkah awal yaitu proses penyiapan lahan untuk menanam bawang merah hal ini di lakukan mampu di gunakan bajak untuk mempersiapkan lahan atau juga mampu di cangkul dengan kedalaman sekitar 20-30cm setelah itu taburkan bokasi sebelum di tanami bawang merah dengan takaran 3 ton/ha setelah itu dolomit kira-kira 0,5-1 ton/ha dan taburkan pupuk NPK dan SP untuk pemupukan dasar.
Pada pemupukan NPK dan SP di campur jadi satu dan aduk hingga merata sebanyak 2,5-3 kwintal/ha buatlah bedengan untuk proses penanaman bawanng merah hal ini bertujuan semoga bawang merah terhindar dari banjir saat demam isu hujandengan ketinggian 25-35cm dan lebar 70 cmdenga jarak bedengan 40-50cm pada bab tengah bedengan di tambahin mulsa/plastik denga perkiraan lebar 20p 25cm.
Pemilihan benih
Tahap yang berikutnya yaitu prose pemilihan benih bawang merah ibarat yang kitajelaskan di atas bawang merah mempunyai 2 jenis benih ada ayng menggunakan biji ada juga yang menguunakan umbi sebagai benih sementara pada pengunaan umbi sebagai benih mampu menggunakan umbi yang sudah bau tanah sebagai pengembagbiakan tanaman bawang merah.
Benih bawang merah yang sudah bau tanah di tandai dengan masa panen lebih dari 80 hari pada dataran rendah sementara pada dataran tinggi mencapai 100 hari penyimpana bawang merah sebaiknya tidak kurang dari 2-3 bulan dengan ukuran benih 1,5-2 cm bentuk cantik dan tidak cacat.
Penanaman & Perawatan
Pada proses penanaman di bagi menjadi 2 versi yaitu dilakukan pada bulan kemarau ataupun demam isu hujan sedag pada demam isu penghujan jarak tanam mencapai 20 x 20 sedang pada demam isu kemarau jarak tanam mencapai 15×15.
Setelah final melaksanakan proses penanaman hal yang tak kalah penting untuk meningkatkan mutu bawang merah yaitu pada proses perawatan yaitu dengan melaksanakan proses pemupukan saat bawang merah mencapai umur 2 ahad beberapa campuran yang di gunkan untuk perawatn bawang merah di antaranya yaitu ZA dan KCI dengan masing-masing komposisi sebanyak 93kg, 200kg dan 112 untuk setiap hektarnya.
Pada pemupukan ke dua sebaiknya dilakukan 5 ahad setelah masa tanam dengan takaran ZA,KCI sebanyak 47kg,56kg /ha buatlah pengairanpada samping  tanman,
Pemanenan bawang merah
Pada tanaman bawang merah yang siap panen di tandai dengan pada daun bawang merah yang sudah mulai rebah sekitar 60-70cm pada masa ini berarti bawang merah sudah mampu di katakan mampu untuk di panen atau juga mampu menggunakan cara lain yaitu dengan memeriksan kondisi umbi bawang merah apakah sudah mencapai 90% dari kondisi normal bawang merah.
Pada perhitungan waktu bawang merah mampu di panen sekitar umur 50-70 hari semenjak masa tanam setelah proses panen final yang berikutnya yaitu proses pengiriman bawang merah dan siap untuk di edarkan ke pembeli/penjual

Rekomendasi :   Pantai tanjung setia menjadi objek wisata yang menarik bagi wisatawan | Wisata lampung