Home BERITA Sertifikasi Melalui Plpg Resmi Tidak Boleh Diganti Ppg

Sertifikasi Melalui Plpg Resmi Tidak Boleh Diganti Ppg

201
0
Sertifikasi Melalui PLPG Resmi Dihentikan Diganti PPG Sertifikasi Melalui PLPG Resmi Dihentikan Diganti PPG
Program sertifikasi guru melalui PLPG resmi dilarang dan diganti dengan PPG.

Program sertifikasi untuk guru dalam jabatan atau sertifikasi bagi guru yang sudah mengajar melalui teladan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) resmi dihentikan. Kemudian diganti dengan Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam jabatan.

Menurut Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Sumarna Surapranata, alasan utamanya yaitu pemerintah ingin menjalankan undang-undang. Dia menyampaikan amanah dalam Undang-undang No 14 tahun 2005 wacana Guru dan Dosen, sudah tidak dibernarkan lagi ada PLPG.

Pemerintah sejatinya sudah meringankan proses PPG untuk guru yang sudah mengajar. Diantaranya yaitu durasi PPG lebih singkat dari semula satu tahun menjadi empat bulan. Sejumlah bahan pendidikan dihapus, alasannya para guru dalam jabatan itu sudah mengajar.

Terkait dengan biaya sertifikasi guru melalui PPG, Pranata menyampaikan pemerintah memperlihatkan subsidi. Nominalnya Rp 7,5 juta per orang. Namun, subsidi itu belum menutup semua kebutuhan. Untuk kemudahan dan konsumsi selama mengikuti PPG, ditanggung sendiri.

“Subsidi itu hanya untuk kebutuhan akademik pendidikan,” kata Pranata yang kutip dari laman JPNN (26/05/17).

Sementara itu, sampai ketika ini masih ada sekitar 400 ribu yang telah mengajar namun belum mendapat akta profesi guru.

Menurut Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi, mereka masih menunggu antrean untuk mengikuti kegiatan PLPG yang seluruhnya didanai pemerintah. Tapi, dengan alasan kegiatan tersebut telah selesai, guru-guru tersebut diminta untuk ikut PPG.

PGRI akan mengadukan duduk kasus ini ke Mahkamah Konstitusi jikalau Kemendikbud masih nekad untuk menghentikan pembiayaan untuk sertifikasi guru dalam jabatan itu . Sebab, sesuai undang-undang pula, sertifikasi guru itu didanai oleh pemerintah.

“Sekarang dengan alasan sudah sepuluh tahun mereka menghentikan. Itu zalim. Itu melanggar undang-undang. Dan kami akan persoalkan secara serius,” kata Unifah usai menghadiri deklarasi komitmen guru Indonesia untuk pengendalian tembakau, di Jakarta.

Rekomendasi :   Kemendikbud Biayai Sertifikasi Untuk 555.467 Guru