Home BERITA Korban Serangan WannaCry di Indonesia Tidak Sebanyak di Inggris

Korban Serangan WannaCry di Indonesia Tidak Sebanyak di Inggris

425
0

DennyPedia.com Korban Serangan WannaCryBeberapa waktu yang lalu, memang publik sudah di tenarkan dengan serangan cyber  oleh malware yang diberi nama WannaCry. Di Indonesia, virus ini diduga menjangkiti beberapa komputer milik instansi yang masih menggunakan sistem operasi bajakan.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengakui virus ransomware WannaCry telah menyerang beberapa instansi di luar Jawa. Di Inggris ada 60 rumah sakit yang datanya tidak bisa dibuka akibat virus tersebut. Sistem kesehatan di Inggris seperti layaknya BPJS di Indonesia pun diserang virus tersebut.

Selain itu, rata-rata jumlah komputer yang terkena serangan hanya 8 sampai 10 unit per instansi. “Tidak banyak tempat-tempat besar yang terjangkit, misalnya perkebunan, manufaktur, Samsat, dan  bank daerah,” katanya.

Korban Serangan WannaCry

Rudiantara menyatakan, salah satu penyebab masuknya virus itu adalah karena ada instansi di daerah yang masih menggunakan sistem operasi bajakan. Sebelumnya, Rumah Sakit Dharmais dan Harapan Kita juga melaporkan terkena serangan siber yang telah menjangkiti 150 negara sejak Jumat pekan lalu.

Rudiantara mengatakan instansi yang terkena serangan umumnya menggunakan sistem operasi Windows yang belum terupdate. Sementara sistem operasi open source seperti linux dan mac terhindar dari virus ini.

Dalam tampilan komputer, WannaCry meminta dana tebusan agar file yang dibajak dengan enkripsi bisa diakses kembali. Tebusan melalui pembayaran bitcoin setara dengan 300 dollar Amerika Serikat atau sekitar Rp 4.000.000,00. WannaCry memberikan alamat bitcoin untuk pembayarannya.

Rudiantara mengatakan, pemerintah telah menyiarkan langkah-langkah antisipasi serangan ransomware WannaCry. Di antaranya dengan mengirim pesan singkat berisi peringatan ke pengguna komputer secara bertahap dari Sabtu (13/5) sampai Senin (15/5).

Untuk mengantisipasi serangan ransomware WannaCry, masyarakat diimbau melakukan backup berkala, patching pada service SMBv1, tidak membuka dokumen mencurigakan dari email, dan memasang anti-virus serta pengaman internet.

Rekomendasi :   Di Bangladesh, Honda CD80 Dibanderol Rp 15,1 Jutaan

Hanya, Rudiantara mengakui, untuk komputer yang telah terpapar virus, sampai saat ini belum ada cara untuk mengembalikan data yang terpapar. “Kalau sudah terkena lain lagi, karena belum  bisa di-decrypt sampai saat ini,” katanya.

Hingga saat ini, setidaknya ada 200 ribu komputer di seluruh dunia yang terinfeksi ransomware WannaCry di berbagai negara. Pada Senin (15/5), Korea Selatan menemukan sembilan kasus ransomware. Sementara itu, pejabat Australia menyebut hanya ada tiga perusahaan berskala kecil-menengah yang mengalami gangguan karena sistem mereka terkunci.

Hal serupa terjadi di Selandia baru. Kementerian Bisnis Selandia Baru menyebut investigasi sedang dilakukan terhadap sejumlah kecil insiden yang belum terkonfirmasi.

Di Jepang, dua perusahaan besar, yaitu Nissan dan Hitachi melaporkan adanya infeksi virus komputer. Raksasa energi Cina, PetroChina pun mengatakan para konsumen di sejumlah pom bensin tidak bisa mengakses sistem pembayaran mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here