Dibalik Kata ” Aku Bahagia Meski Tanpamu “, Apakah Kamu menyadari.?

1
744
Fake Smile
DennyPedia  Kalau mau ngomongin tentang Hubungan percintaan Pastinya banyak hal yang bisa di jadikan pelajaran dalam menjalani hubungan tersebut. Dalam Hubungan percintaan pasti kita  pernah atau paling nga tau apa itu Putus . Tau kan.?, Keputusan Untuk di Tinggalkan atau Meninggalkan orang yang pernah ada di hati kita, Tau kan apa yang dirasakan saat momen momen seperti ini. Sakit ? jelas. kecewa ? Pastinya. Sedih ? sudah tak tertahankan. Itulah yang biasanya kita rasakan. Yah meskipun untuk beberapa orang tidak berlaku, Tapi untuk orang orang yang benar benar mendalami hubungan mereka dijamin ini adalah keputusan yang sangat menyakitkan.
Putus Cinta atau patah hati memang hal yang umum dalam suatu hubungan, tapi tetap saja hal ini menjadi momen menakutkan bagi orang yang menjalankan suatu hubungan. Lalu apa Yang terjadi jika momen Putus atau Patah Hati ini terjadi.?, Tidak jarang bagi orang orang yang mengalami momen terberat dalam hubungan ini akan berlarut dalam kesedihan yang mendalam. 

Tapi tidak semua orang bersifat demikian, Untuk beberapa orang mereka akan bersifat layaknya hari hari biasa, Bersikap tegar melawan apa yang dirasakan oleh hati dan fikiran mereka. nereka akan berkata ” Aku turut Bahagia jika Melihatnya Bahagia, Meski tak bersamaku  atau  Aku tetap bahagia meski takbersamamu “. Dua kalimat tersebut adalah kalimat yang paling sering digunakan saat seseorang mengalami momen momen tersebut.

Bahagia setelah Kehilangan seseorang yang berarti.? mungkin memang bisa terjadi tapi kebahagiaan tersebut hanyalah kebahagiaan yang kita buat sendiri, Hanya untuk menutupi apa yang hati dan fikiran kita rasakan. Hanya untuk menutupi kesedihan itu ahirnya kita berkata bahwa kita bisa bahagia meski tanpanya. Padahal itu bertentangan dengan apa yang kita rasa. Hati kita masih terasa sendu melawan kesedihan, Fikiranmu masih dipenuhi bayang bayang akan dirinya. Memang berat tapi tak ada salahnya mengakui bahwa hatimu tengah kacau.

Lalu Apa Alasan Kita Membohongi Diri dengan kata bahagia ini.?

1. Kita Bahagia Karena Memiliki Perasaan Kepadanya

Kalian ingat momen momen dimana kalian bersama, Becanda bersama bergurau dan saling bertukar senyum. kebahagiaan tak hanya milik kita sendiri, Tapi pasangan kita juga merasakan kebahagiaan itu. Dulu bahagia bagimu sesederhana keberadaan sosoknya dan kebersamaan kalian. Tapi sekarang, saat sosok dan kebersamaan kalian tak ada, apa mungkin kamu masih bisa merasa bahagia? Bukankah bahagiamu kini harusnya sudah berubah? Dan bukankah perubahan itu butuh proses?

Rekomendasi :   10+ Software Musik Terbaik Untuk Rekaman 2017

2. Bahagia Untuk Melawan Kesedihan Yang Datang Beriringan

Saat kita mengalami patah hati kita pasti mencoba menyemangati hati kita dengan status bahagia yang kita buat, tak hanya untuk kita sendiri tapi juga untuk orang lain agar tau kalau kita bisa bahagia tanpanya.
Orang lain sudah pasti menganggap itu hal yang positif. Setidaknya membuat mereka tak lagi khawatir dengan kondisi kita, mungkin itu yang ada di fikiran kita. Memang tak salah ika kita ingin membuat orang lain tak merasa khawatir dengan kita, Tapi  ungkapan “aku bahagia…” sebenarnya bukan sepenuhnya sikap yang murni membuat kita bahagia saat ini. Sebab bisa jadi, ucapan yang diulang dan keluar disaat kita seperti itu hanyalah  sebuah sugesti belaka, untuk menghalau kesedihan datang bersama sama.

3. Bahagia Untuk Menutupi betapa Terpuruknya Kita Saat Itu

Kesedihan yang kita rasakan saat kita mendapati keputusan bahwa harus berahirnya hubungan yang kita bangun pasti tak hanya kalian yang tau. Orang orang yang dekat dengan kalian pun pastinya bisa merasakan keterpurukan yang kita alami. Teman ,Sahabat dan orang yang ada di dekat kita pastinya akan memberikan perhatian kepada kita. entah itu tulus ataupun tidak mereka akan berempati atas hal yang kita alami.  dengan alasan itulah terkadang kita memutuskan untuk membuat status ” Aku Bahagia Tanpa dirinya ” . Bukanya tak beralasan kita membuat status palsu tersebut, kadang kita hanya tidak ingin menunjukan betapa terpuruknya kita , atau kita bersifat bahagia hanya agar orang terdekat di sekitar kita tidak merasa hawatir atas apa yang sudah kita alami.

Memang bagus menunjukan kebahagiaan pada orang lain setelah kesedihan yang kita alami. Tapi tak ada salahnya juga jujur dengan perasaan kita yang sebenarnya. Karena salah satu kebahagiaan kita adalah bersama denganya yang kini sudah tak ada lagi di samping kita.

Rekomendasi :   10 Manfaat Mandi Air Dingin Mencegah Penyakit

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here