Biography MidOne Player Malaysia Yang Disegani

0
240

MidOne sangat tertarik dengan permainan video dikala masih kecil. Permainan video pertamanya yang dimainkannya ialah Tetris di Game Boy dikala ia berusia 3-4 tahun dan kemudian pindah ke konsol game untuk bermain dalam serial Final Fantasy di Playstation 1. Pada usia 7 tahun ia memainkan game komputer pertamanya: Sonic and Rayman sebelum bermain menjelajah ke DotA dikala melihat saudaranya memainkannya.  Minatnya dengan DotA tumbuh dan kemudian beralih ke Dota 2 bermain di tim semi profesional ke tim profesional. Saat menjadi pemain pertama dari Asia Tenggara mencapai 8000MMR, ia ialah talenta Dota 2 yang sedang naik daun di Malaysia dan Asia Tenggara. MidOne mempelajari teknik mesin di universitas.

Belajar DotA dari saudaranya, ia terus bermain melawan ia dan sepupunya dalam 1v1 pertandingan. Meski kalah, ia memiliki teladan pikir yang kompetitif dan ingin memperbaiki dan mengalahkan pemain profesional menyerupai konyol. Saat berusia 13 tahun ia bergabung dengan turnamen kualifikasi SMM dan menempati posisi kedua dan beberapa tahun kemudian ia bergabung dengan turnamen kecil di sekitar Malaysia untuk mendapatkan lebih jauh pengetahuan dan pengalaman sebagai pemain Dota 2, sementara pada dikala yang sama bermain dalam pertarungan solo untuk memperbaiki MMR nya.  Saat bermain Dota sebagai amatir dengan kompetitif, orang tuanya akan menyuruhnya berhenti bermain; Ironisnya teman-temannya akan memberi tahu MidOne untuk berhenti berguru dan beristirahat, menyerupai Dota.  Saat MidOne kemudian menjadi pemain profesional sahabat dan orang tuanya menyampaikan pertolongan bipartisan baginya sebagai gamer profesional.Namun, kerugian turnamen membuat MidOne mengevaluasi kembali karir Dota-nya dan berada di ambang berhenti namun sebuah turnamen muncul dan memutuskan untuk berkelompok dengan teman-temannya dan pemain yang membentuk Tim DOT. Setelah sukses di wilayahnya, Penang, timnya lolos ke program utama yang mengalahkan Tim GIZMO 3-0 di grand final Challenge Dew Dota 2 2015 dengan hadiah sebesar RM60.000.  Setelah memenangkan turnamen, ia kemudian mendapatkan anjuran dari manajer Fnatic, Eric dan setelah sejumlah negosiasi ia memutuskan untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dan bergabung dengan Fnatic.  Pada tanggal 29 April 2016, ia menjadi pemain pertama yang mencapai 8000 MMR di server Asia Tenggara.  Setelah menyelesaikan posisi ke-3 di StarLadder StarSeries S2 dan 4th di The International 2016, peran sembilan bulannya di Fnatic berakhir ketika ia bergabung dengan Tim Rahasia pada tanggal 27 Agustus 2016.
Sumber https://howtoplay-dota2.blogspot.co.id/

Rekomendasi :   Resident Evil 7 Akan Hadirkan Karakter Utama Baru ?